makasih banget!!! aku beruntung memiliki ‘keluarga’ seperti ini!!
semua dukungan bakalan aku ingat, dan akan aku kabulkan!! semoga yang terbaik bisa menjadi nyata! yakin suatu hari nanti, akan ku buat kalian bangga! suatu hari nanti!
—-syeftyawan (SEMANGAT SEPTI!)
Pertanggungjawaban mahasiswa.
dari captureyourllife
fuckyeahmahasiswa: aku REBLOG YA!! keren banget asli!!
(Source: fuckyeahmahasiswa)
gua iseng iseng buka google dengan kata kunci bahasa alay. dan, coba tebak apa yang gua temukan!

salah satu website mengaktakan bahwa bahasa alay mengancam bahasa persatuan. hey! ini aneh banget!!! emang bahasa alay itu seberbahaya apa sih?
berbahaya? seberbahaya apa? ayo kita cari tau!!!
Liputan6.com, Jakarta: Keberadaan bahasa alay dianggap kaum muda sebagai alat komunikasi dalam pergaulan sehari-hari. Baik lisan maupun tulisan, bahasa ini dianggap sebagai media berekspresi. Namun, tanpa disadari, lama kelamaan bahasa alay bisa mengancam eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan karena semakin jauh berbeda dengan kaidah-kaidah bahasa yang baik dan benar.(http://berita.liputan6.com/read/300530/Bahasa.Alay.Ancam.Bahasa.Persatuan.)
well, udah banyak banget situs internet dan media masa yang mengangkat artikel dengan tag alay. dan, disini ga bosen gua juga mau mengangkat topik yang sama.
anyway, jujur aja nih ya, gua juga salah satu orang yang pernah menjadi anak alay ketika masih bocah. tapi ga separah yang sekarang loh! kalo dulu, gua cuman ganti hurup pake angka, terus hurufnya dibesar kecil. mungkin itu adalah basic dari bahasa alay dan sekarang udah gua tinggalin. kalo sekarang, bahasanya udah macem-macem, untuk beberapa kata sederhana yang akan kita jadikan contoh:
kata baku: AKU ———-> kata Alay: Akuwh
kata baku: BOLEH ———-> kata Alay: Leh
kata baku: KAMU ———-> kata Alay: Qmu
terkadang, gua belajar, kalo bahasa alay itu mengurangi huruf dari kata yang panjang (contoh: Boleh = Leh) atau menambah huruf untuk kata yang pendek (contoh: Aku = Akuwh) entah pelajaran yang gua petik itu bener atau salah, siapa peduli.
dulu gua pernah tanya sama orang yang mengerti dalam bidang bahasa, Karina Tanjung dari Universitas Negeri Jakarta mengenai bahasa alay ini. katanya, bahasa ini simple nya layaknya sebuah bahasa suatu negara yang digunakan masyarakat negaranya. istilah kata alien dari mars, punya bahasa, nah yang ngarti cuman bangsa aliennya itu.
dan gua juga udah melakukan survei kecil-kecilan tentang penggunaan bahasa alay dalam kehidupan sehari-hari, dari 10 orang deket yang gua tanya, 9 diantaranya bilang kalau bahasa alay itu kurang enak di lihat, digunakan dan dibaca. 1 lainnya justru netral dengan bahasa alay karena dia sama sekali ga terganggu dengan bahasa ini,
‘aku sih fine aja, kalo bahasa alay itu digunakan dalam batas tertentu pastinya, seperti sekedar ganti huruf jadi angka kayak plat nomor, atau angka jadi huruf gitu. itu kan masih bisa dibaca’
Kevin (sodara gua, 12 tahun)
buat kalian yang menggunakan bahasa tersebut dan sedang baca artikel gua ini, maaf aja, gua bukan mau melakukan sindiran apapun terhadap kalian. kalau hasil survei gua adalah 9:1, gua berada di bagian yang netral loh! asli!
well, gua udah pernah dan sering bilang ini. semua orang punya selera mereka masing-masing, dan itu wajar. kalau semua orang menjadi sama, akan sangat menyeramkan loh dunia ini!
berbeda pendapat itu hal yang wajar banget, asalkan ga terjadi perpecahan. kalo kata gua, penggunaan bahasa alay dalam kehidupan sah-sah aja. seperti yang tadi udah dijelaskan, kalo bahasa alay itu layaknya bahasa planet mars, dan mereka yang menggunakannya adalah alien. ga ganggu kita ko.
lain ganggu lain juga geli. memang gua sering geli kalo dapet sms berbahasa alay (terutama yang ganti-ganti kata baku) gua kadang ga ngerti bacanya. kalo urusan yang ini udah lain cerita, tapi ga akan gua bahas di artikel ini.
—syeftyawan (syeftyawan.tumblr.com)